Lebih enak mana ke kampus pakai mobil, motor, atau sepeda?

Brilio.net / 30 Juli 2017 / serius




Brilio.net - Perjalanan menuju kampus merupakan sebuah kebiasaan yang stabil dan terus berulang sehingga terbentuk pola transportasi ala mahasiswa. Kenapa menjadi berpola? Sebab, sistem waktu untuk masuk kuliah dan peta tempat tinggal mahasiswa yang tak banyak mengalami perubahan, serta latar belakang mahasiwa yang bermacam. Apabila kita amati, alat transportasi untuk melakukan perjalanan menuju kampus cenderung beragam. Ada yang menggunakan mobil, motor, sepeda, kendaraan umum, juga jalan kaki. Lalu sebenarnya apa sih yang membuat mahasiswa memutuskan memilih menggunakan salah satu alat transportasi tersebut di banding yang lainnya?

Banyak faktor yang memengaruhi mahasiswa di Indonesia memilih alat transportasi. Kebiasaan, kondisi ekonomi, prestige, kepemilikan kendaraan atau surat izin, waktu tempuh, jarak tempuh, merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan alat transportasi.

Membawa mobil ke kampus/foto: istimewa

Menurut Otto (2010), penulis jurnal The Psychology of Transport Choice, faktor kebiasaan, rutinitas harian serta attitude seseorang memiliki peran terhadap proses mobilitas individu terutama alternatif transportasi yang dipilih. Kebiasaan ini berhubungan erat dengan gaya hidup pengguna alat transportasi. Sebagai contoh mahasiswa dengan keinginan eksis tinggi dan butuh pengakuan, akan memilih alat transportasi mobil yang meningkatkan martabatnya.

Penggunaan mobil ke kampus sangat berhubungan dengan konsep prestige. Hal ini dijelaskan oleh akademisi Astrid S Susanto dalam bukunya Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial, yakni sebagian besar masyarakat memiliki pandangan bahwa kendaraan tidak sekedar sebagai utility goods semata tetapi juga prestige goods. Seorang memiliki prestige, apabila ia mendapat pengakuan. Namun prestige tidak mejadi satu-satunya alasan penggunaan mobil ke kampus.

Faktor lain yang memengaruhi penggunaan alat transportasi ke kampus ialah keadaan ekonomi. Semakin tinggi tingkat pendapatan seseorang, maka akan lebih memilih menggunakan alat transportasi pribadi. Merujuk pada Indonesian Green Technology Journal mengenai pemilihan moda transportasi ke kampus UB (Universitas Brawijaya), mahasiswa yang pendapatannya kurang dari satu juta memilih berjalan kaki atau memilih alat transportasi umum ke kampus. Sedangkan bagi mahasiswa dengan pendapatan lebih dari satu juta rupiah memilih menggunakan kendaraan pribadi. Hal ini disebabkan semakin tinggi pendapatan, maka mahasiswa tidak akan terlalu memikirkan biaya perjalanan ke kampus.

Bus kampus menjadi moda transportasi alternatif bagi mahasiswa/foto: istimewa

Keadaan ekonomi sangat berkaitan dengan kepemilikan alat transportasi. Pilihan mahasiswa atas alat transportasi yang ia gunakan ke kampus bisa saja se-simpel punya kendaraan atau tidak. Mahasiswa bisa ke kampus naik mobil bila punya mobil. Bisa ke kampus naik motor karena punya motor. Namun kepemilikan alat transportasi sangat dipengaruhi oleh kepemilikan SIM (Surat Ijin Mengemudi). Apabila memiliki kendaraan namun tidak memiliki SIM maka mahasiswa memilih menggunakan angkutan umum dengan alasan mengurangi konsekuensi melanggar aturan. Masih menurut Indonesian Green Technology Journal mengenai pemilihan moda transportasi ke kampus UB (Universitas Brawijaya), menemukan hasil penelitian yang menyatakan kempemilikan SIM memiliki korelasi kuat yang memengaruhi pilihan kendaraan yang digunakan mahasiswa. Korelasi ini lebih kuat dibandingkan alasan mempunyai kendaraan atau tidak.

Selain keadaan ekonomi, jarak tempuh juga menjadi pertimbangan memilih alat transportasi ke kampus. Mahasiswa dengan jarak tempuh tempat tinggal menuju kampus kurang dari 1 km memilih untuk berjalan kaki atau bersepeda ke kampus. Sedangakan mahasiswa yang jarak tempuhnya menuju kampus lebih dari 1 km akan memilih menggunakan motor, transportasi umum, atau mobil.

Sepeda motor menjadi pilihan transportasi banyak mahasiswa/foto: istimewa

Jarak tempuh juga berhubungan dengan waktu tempuh. Apabila waktu tempuh kurang dari 5 menit menuju kampus,maka mahaiswa memilih berjalan kaki atau menggunakan sepeda. Apabila waktu tempuh lebih dari 5 menit maka mahasiswa memilih manggunakan motor atau mobil. Waktu tempuh menjadi perhatian penting mahasiswa karena mereka terikat oleh sistem jam kuliah.

Dari sekian banyak faktor, perlu disadari bahwa pola pemilihan alat transportasi oleh mahasiswa akan berbeda antar kampus dan daerah. Hal ini sangat berhubungan dengan rute transportasi dalam area kampus, ketersediaan angkutan umum di daerah sekitar kampus, kebijakan yang mengatur boleh atau tidak membawa kendaraan ke kampus dan juga tata letak dan ketersediaan lahan parkir.

Selain itu wacana "Campus Sustainable Transportation", yakni pertimbangan pembangunan berkelanjutan dan faktor lingkungan untuk memilih menggunakan alat transportasi juga menjadi alasan seseorang memilih menggunakan alat transportasi. Alasan tersebut mayoritas berkaitan dengan keuntungan untuk diri sendiri dan lingkungan. Sebagai contoh memilih menggunakan sepeda karena menyehatkan dan tak menyebabkan polusi.  

Beberapa kampus menggalakkan sepeda sebagai alat transportasi di wilayah kampus/foto: istimewa

Lalu apa kata mereka tentang pilihan mengguakan alat transportasi ke kampus?

"Alasan naik sepeda ke kampus karena gak punya motor dan gak punya SIM," ujar Alnick Nathan (20), mahasiswa Universitas Gadjah Mada.

"Alasan jalan kaki ke kampus karena gak punya motor, lebih sehat, lebih hemat, dan karena jarak tempuh ke kampus tidak terlalu jauh," kata Muhammad Syamsul Muarif (20), mahasiswa Universitas Indonesia.

"Alasan naik motor ke kampus, karena dengan motor aksesnya lebih mudah dari kendaraan umum. Selain itu waktu tempuh ke kampus normalnya 30 menit dengan motor," sebut Wahidyawati Dewi Mahdiana, mahasiswa Univeristas Negeri Malang.

"Alasan menggunakan mobil ke kampus, karena ada keperluan kampus yang membutuhkan akses dengan mobil, selain itu karena motor di pakai oleh anggota keluarga," celetuk Nur Izzatul Ulum, mahasiswa Universitas Gadjah Mada.

Nah bermacam ya alasan mahasiswa memilih alat transportasi untuk ke kampus. Kalau kamu enak memakai alat transportasi yang mana guys?




Explanatory


Artikel Terkait

Kasus edelweis dan larangan-larangan penting saat mendaki gunung

Jangan ambil apapun selain foto, jangan tinggalkan apapun kecuali jejak, dan jangan bunuh apapaun kecuali waktu.


Kenapa banyak ladyboy cantik di Thailand?

Industri filmnya banyak mempengaruhi keberadaan mereka.


10 PR alternatif yang seharusnya dikerjakan anak sekolah

Diharapkan bisa meningkatkan kecerdasan sosial siswa.


Pro kontra ganja untuk obat, melihat pengalaman beberapa negara

Indonesia tegas melarang ganja sesuai UU nomor 35 tahun 2009.