Pedasnya cabai bikin badan sehat dan makan lahap, ini penjelasannya

Brilio.net / 20 April 2017 / ilmiah




Brilio.net - Cabai memiliki beragam ukuran, warna, serta tingkat kepedasan yang dapat dicek dengan skala Scoville Heat Unit (SHU) dikutip brilio.net dari bbc, Sabtu (11/3). Cabai menawarkan sensasi membakar di lidah ketika digigit, juga pedih ketika terjadi kontak dengan mata. Banyak yang mengira bagian terpedas dari jenis sayur ini adalah bijinya. Namun ternyata ada bagian berupa lapisan lebih cerah di dalam bernama plasenta yang sensasi pedasnya lebih tinggi levelnya.

Sensasi pedas dihasilkan dari zat bernama capsaicin. Ketika menggigit cabai, capsaicin masuk ke air liur dan berikatan dengan reseptor TRPV1 di mulut. Cabai yang dinyatakan terpedas adalah jenis Carolina Reaper yang punya nilai 1,57 juta SHU.

NULL

Selama beberapa menit setelah menggigit cabai, mata cenderung berair dan nadi berdetak lebih kencang. Tubuh merespons dengan mengeluarkan adrenalin. Pupil mata juga cenderung membesar. Cabai juga mendorong keluarnya hormon endorfin yang menyebabkan rasa senang dan nikmat ketika makan.

Sebuah penelitian dilakukan di University of Vermont yang melibatkan lebih dari 16.000 responden pemuda berusia rata-rata 18 tahun. Diungkapkan bahwa capsaicin dapat membantu meningkatkan aliran darah serta mendorong munculnya bakteri baik di usus.




Fakta Unik Penjelasan Ilmiah Cabai Makanan Pedas


Artikel Terkait

Fakta ilmiah di balik tangan masuk logam panas yang tak alami cedera

Sebuah video yang menunjukkan seorang pekerja yang menyelupkan tangannya ke logam cair panas viral baru-baru ini.


5 Kisah tangis dan tawa dalam pesta pernikahan, mengaduk emosi

Ada pengantin yang pingsan di pelukan mantannya.


Unik, alat cukur ini didesain seperti karakter film Star Wars

Philips Indonesia menghadirkan rangkaian alat cukur wajah atau shaver electric edisi Star Wars.


7 Pemimpin dunia ini menikah lebih dari satu kali

Fakta unik ini tak banyak yang tahu.